Jumat, 14 September 2012

LAPORAN HASIL PRAKTEK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN)


LAPORAN
HASIL PRAKTEK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN)
PT. SAUNG MIRWAN, BOGOR, JAWA BARAT

 




Penyusun :
Nama                                      : ZEZEN ISMANAP
Nis                                           :
Program Study Keahlian      : BUDIDAYA TANAMAN
  HOLTIKULTURA




SMK NEGRI 1 MENGGALA
TULANG BAWANG
2012



MOTTO

Matahari melukis awan
Aku membaca rembulan
Seperti Koran pagi
Ada segelas kopi
Dan sarapan yang memberi kekuatan
Tuhan, alangkah malangnya orang
Yang tak pernah mengajakmu berbincang-bincang

























KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat ALLAH SWT, yang telah melimpahkan ribuan kasihnya, sehingga laporan praktek kerja lapangan ini dapat terselesaikan.

Laporan praktek kerja lapangan ini disusun sebagai salah satu persyaratan untuk menyelesaikan pendidikan di SMK NEGRI 1 Menggala.

Laporan ini disusun berdasrkan hasil pengalaman Praktek Kerja Industr (Prakerin) yang berjudu “Bdidaya Tomat Chery (Lycoperrsicum esculentum var) secara hidroponik di PT. saung Mirwan Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Laporan inimerupakan salah satu syarat bagi penulis untuk mengikuti ujian Nasional (UN) di jurusan Budidaya tanaman pangan dan holtikultura SMK Negri 1 Menggala yang dilaksanakan pada semester VI. Selesai laporan ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak yang telah memberikan dorongan, petunjuk dan bimbingan baik secara moril maupun materil oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua atas segala doa, cinta dan kasih sayangya.

Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada yang terhormat :
  1. Bapak Muhammad Solihin S. Pd. M.M selaku kepala sekolah SMK Negeri 1 Menggala
  2. bapak Teguh SP selaku kepala jurusan sekaligus pembimbing dan memberi pengawwasan kepada penulis dalam menyelesaikan laporan ini.
  3. Guru-guru program study budidaya tanaman pangan dan holtikltura yang telah memberikan ilmu-ilmu yang bermanfaat bagi penulis.
  4. Ir. Tatang Hadinat, selaku direktur PT. Saung Mirwan, Bogor, Jawa Barat.
  5. Bapak Najid, selaku pembimbing lapangan beserta staf beserta karyawan di PT. Saung Mirwan.
  6. Bapak Yono dan Bapak Jamak, selaku mandor bagian produksi, seperti ibu Ucu,ibu Miah, ibu Parti, bapak Idris, bapak Daryono. Bagian nutrisi yang telah memberikan masukan dan saran kepada penulis selama penulis melaksanakan Praktek Kerja Industri.
  7. Sahabat-sabatku serta teman kos yang telah memberi semangat, motivasi dan banyak membantu dalam penulisan laporan ini.
  8. Teman-teman semua siswa/i program study budidaya tanaman pangan dan holtikultura yang telah memberi semangat kepada penulis.

Harapan penulis, semoga amal baik dan bantuan yang telah diberikan kepda penulis mendapat imbalan dari Allah SWT. Dan laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Lampung,   Februari 2012



Penulis




















BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang dan Masalah
Produktifitas tomat di Indonesia mengalami dua kendala besar yang dari tahun ke tahun hamper selalu sama, yakni kontinuitas produksi yang berkaitan dengan penyediaan tomat dipasar dan kwalitas produksi yang rendah, baik segi rasa, tekstur, maupun daya tanam selama penyimpanan.

Penyebab yang paling mendasar tidak nterpenuhinya produksi adalah ketergantungan waktu tanam pada musim. Dimana umumnya di Indonesia tomat ditanam pada musim kemarau/ dimusim akhir penghujan. Produksi yang rendah disebabkan system budidaya dan pananganan panen maupun pasca panen yang kurang tepat.

Salah satu kiat mengurangi resiko kegagalan produksi akiba t peilaku cuaca yang tidak menentu adaalah dengan cara penanaman dalam rumah plastic (green hause) dalam penanaman didalam green hause kondisi lingkungan tanaman dapat dikendalikan. System penanaman dalam rumah plastic yang dibudidayakan secara hidrophonik. Sekaligus dapat memperbaiki kwalitas produksi. System bududaya secara hidroponik terutama sekali menonjol dalam hal kesangupanya meniadakan masalah ketidak cocokan media tumbuh, mengendalikan penyebaran hama penyakit serta control terhadap kebutuhan tanaman akan unsure hara.

Manfaat lain yang sering kali diperoleh, misalnya pertumbuhan lebih cepat dn  hasil yang lebih bersih disbanding cara budidaya konvensinal. Dougla telah membuktikan bahwa masalah yang dihadapi pertanian ssecara tradisional seperti keterbatasan lahan, jarak tempuh pasar yang jauh, kondisi lahan yang kurang menguntungkan dan kesangupanya untuk memberikan hail yang memuaskan.

1.2  Tujuan
Untuk mempelajari system budidaya dan penanganan pasca panen tanaman tomat cherry (lycopersicum esculentum var cerasiforme) secara hidroponik dengan media culture.
BAB II
TIN JAUAN PUSTAKA

2.1 Morfologi Tanaman Tomat
Tanaman tomat cherry (lycopersicum esculentum var cerasiforme) termasuk golongan tumbuhan setahun yang memiliki batang berbentuk bulat, berbulu, lemah dan rapuh pada saat tanaman masih muda, tetapi kemudian bentuknya menjadi bersudut, kaku dan mengayu pada waktu tanaman menua.

Daun tanaman tomat berubah menyirip tanpa stipplae (daun penumpu) letak daun tomat  tersusun dikanan kiri batang diatas tangkai (pinatatus) dengan daun berganjil antara 5-7 helai, diantara pasangan daun-daun tersebut terdapat 1-2 pasangan daun-daun kecil yang berbentuk delta.

Bunga tanaman tomat terkumpul bergerombol terletak di ujung buku cabang (themson) kelopak (sepalum) berjumlah 5 helai daun mahkota(pentalum) berwarna kuning cerah yang menyatu dibagian dasarnya.

Organ generatif tanaman tomat terdiri dari benang sari(stamen) yang mengembang mrnjadi sarung yang membalut organ betinanya(putik atu pistilium) benang sari(staiment) memiliki tangkai sari yang sangt pendek, sehingga hanya seolah sebuah kantung sari saja. Sedangkan kantung sarinya memiliki 12 alur sehingga berbentuk granat. Kedudukan kantung sarinya kadang-kadang sama tinggi diband

2.2. Sayarat Tumbuh Tanaman Tomat

Tanaman tomat tumbuh baik disegala  jenis tanah andosol,latosol,alluvial, pedsolik maupun tanah lempung sekalipun, yang penting tanahnya banyak mengandung humus (bahan organic) dan gembur, akan tetapi tanaman tomat tidak meyukai tanah yang kondisinya tergenang (becek) sehungga akurasinya kurang baik untuk dapat tumbuh dengan baik, tanaman tomat membutuhkan PH antara 5-6 sedangkan intensitas penyinaran matahari dibutuhkan sepanjang hari penuh, tanaman tomat juga menyukai daerah yang sejuktetapi ridak menyukai daerah yang selalu berawan serta hujan lebat, sebab pada kondisi ini kemungkinan berkembangnya cendawan busukdaun Phythoptora Infestant.

2.3. Budidaya Tanaman Tomat Secara Hidroponik

Membudidayakan tanaman tomat dalam ruangan tertutup bukan merupakan hal yang baru, tanaman tomat umumnya dibudidayakan dalam green hause. Walaupun budidaya dalam green hause terseburt merupakan teknologi yang cukup mahal akan tetapi menjadi sangat menguntungkan apabila dilakukan secara tepat, sebab membudidayakan tanaman tomat dalam ruangan tertutup (green hause) kendala berupa msim dapat diatasi mulai dari perlindungan dari hujan sampai pengaturan lingkungan tumbuh. Factor-faktor yang dapat dikendalikan meliputi. Cuaca, temperature, komposisi udara dan lingkungan.





















BAB III
BAHAN DAN METODE

3.1 Tempat dan Waktu
Praktek kerja lapangan dilaksanakan di PT. Saung Mirwan, yang terletak di desa Sukamanah, kecamatan Mega Mendung, Kabupaaten Bogor. Jawa Barat. Pelaksanaanya dilakukan dalm Green hause yang berukuran 12.8 x 40 m2, dengan suhu siang hari didalam green hause berkisar antara 300- 400 C, dan malam hari 190-200 C.

Praktek kerja lapangan ini berlangsung mulai bulan Desember sampai Maret 2012.

3.2 Alat dan Bahan

  1. alat
peralatan yang dipergunakan meliputi : green hause beratap plastic, wadah semai, gembor penyiram, hand spayer, Koran basah, ember plastic, ayakan tanah gambut, pengaduk, pinset, benang,rami, polybag panjang (siap) grodon/rokwol dan lain-lain.

  1. bahan
benih tomat FL 32, Larutan nutrisi insektisida applaund. Furadan, Lanite L, fungisida Dacotil 75 WP, vondezeb 79 WP, agrept 20 WP, Provicur N, Benlate, serta larutan kalium ionida, asam nitrat dan formalin untuk sterilisasi green hause dan peralatan.

3.3 Pelaksanaan

Pelaksanaan praktek kerja lapangan ini meliputi persiapan media semai, persemaian, persiapan dan peletakan media, transplanting, pemberian nutrisi, pemeliharaan hama, dan penyakit serta perlakuan pasca panen.



  1. Persiapan Media Semai
Mencampur serabut kelapa, tanah gambut dan arang scamdengan perbandingan 1:1:1 diaduk secara merata, kemudian gundukan seperti bedengan besar lalu tutup rapat dengan plastic dan di sterelisasi selama kurang lebih 5-6 jam kemudian dinginkan.

  1. Persemaian
Menyiapkan media semai atau tray yang sudah diberi arang scam, lubangi dengan kayu kecil lali memberi biji tomat per lubang satu-satu dan menutup permukaanya dengan Koran lalu siram dengan mengunakan gembor hingga basah atau jenuh supaya kelembabanya terjaga. Setelah kecambah tumbuh,Koran dapat dibuang.

  1. Peletakan media tanam
Media tanam berupa polybag panjang (slap) yang berukuran pamjang 1 m. lebar 25 cm dan kapasitas lebih kurang 5kg arang scam. Diatr secara berjajar dengan sedikit menyerong sepanjang gundukan , jarak slap dalam baris ± 20 cm dan antar baris ± 30 cm kemudisn dibuar persegi 4, kemudian tancapkan mata drip selanjutnya bibit yang masih muda ditanam ke lahan atau polybag.

  1. Transplanting
Transpalanting atau pemindahan tanaman kelahan dilakukan setelah tanaman tomat berumur 21 hari setelah persemaian.

  1. Pemberian Nutrisi
Pemberian nutrisi disesuaikan dengan jadwal pemberian dan disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman.

  1. Pemeliharaan.
Pemeliharaan meliputi pengajiran, pewiwilan cabang dan tunas yang tidak produktif, perambatan tanaman(muter) pengikatan tandan buah, defoliasi(pembuangan daun)penanganan hama dan penyakit dan topping (pemangkasan ujung tanaman)

  1. Pengendaliah Hama dan Penyakit
Hama yang umumnya banyak dijumpai pada tanaman tomat chery di PT. Saung Mirwan adalah kupu-kupu putih (white fly) pengendalianya adalah melakukan penyemprotan insektisida applaud 10Up 2 9/1 Vydate 10 g  2 ml/1 dan lannate L 2 ml/1.

  1. Pemanenan
Pemanenan dilakukan pada saat tanaman berumur lebih kurang 45-50 hari setelah tanam, criteria panen yakni dengan emilih kemasakan buah pada presentase 100%, 75% dan 50% sesuai permintaan pasar.
























BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil dari praktek kerja lapangan di PT. Saung Mirwan dibedakan menjadi dua yang meliputi hasil teknis budidaya hidroponik denagn media kultur dan pengamatan terhadap pertumbuhan tanaman.

4.1 Budidaya Tanaman Tomat hidrophonik

Budidaya tanaman tomat chery FL 52 dengan media kultur arang scam di PT. Saung Mirwan Meliputi :

4.1.1 Persiapan Lahan

Persiapan lahan dilakukan sebelum bibit siap tanam dipindahkan dari persemaian kelahan tanam. Langkah pertama yaitu pembongkaran tanaman yang sudah tua, sehingga lahan bersih dari sisa-sisa tanaman lama, kemudian seluruh bedengan dibersihkan dari lumut dari kristal-kristal yang berasal dari pengendapan sisa larutan hara, dengan memakai pel bergagang dan larutan deterjen yang disemprotkan menggunakan Power Spraying. Apabila seluruh lantai telah kering, selanjutnya dilakukan sterelisasi dengan larutan lisol 20 ml/l air untuk memusnahkan pathogen yang tertinggal.

Selanjutnya adalah pencucian pipa drip irigasi dimaksud untuk menghilangkan sisa-sisa endapan garam yang berasal dari larutan nutrisi pada bagian dalam maupun permukaan pipa. Caranya asam nitrat dengan kepekatan 40% dilarutkan dalam air dengan perbandingan 3:1 asam nitrat dan 97 ltr air. Kemudian larutan diletakan dalam tangki yang ditempatkan pada tempat yang lebih tinggi dari bedengan dimana pipa drip dibuka, salah satu ujungya dicelupkan kedalam tangki berisi larutan asam nitrat tersebut. Kemudian setelah asam nitrat membasahi seluruh pipa maka kedua ujung pipa ditutup, dan dibiarkan selama ± 1 jam setelah asam nitrat dibuang dan pipa dibilas dengan deterjen. Bersama keluarnya air deterjen, permukaan luar pipa disikat sampai bersih..

4.1.2 Penyediaan Media

Ada dua jenis media yang dipakai  dalam budidaya hidrophonik di PT. Saung Mirwan, yaitu media persemaian dan media tanam di green hause.

  1. Media Semai
    1. Media di Piring Semai
Media semai yang digunakan berasal dari campuran arang scam,padi, sabut kelapa, dan tanah gambut dengan perbandingan 1:1:1. selanjutnya media disterilkan dalam lemari sterilisasi selama  ± 6 ja, suhu yang dikehendaki yaitu 800 C selama dua jam terakhir kemudian mediadidinginkan selama ± 12 jam dan siap dipakai.
    1. Media Semai Rockwood
Media  ini berupa paket media tumbuh buatan yang dikembangkan oleh para ahli media norwegia terbuat dari tanah gambut(peat-moss) yang derajat kesamaanya telah dinetralisirkan oleh kapur yang ditambahkan kedalam garam-garam mineral ysng diperlukan oleh tanaman.

4.1.3 Persemaian dan Pemeliharaan Bitit
Persemaian dimulai dari tahap benih sampai benih berkecambah dan dipelihara sampai menjadi bbit siap tanam.

Media semai diletakkan dalam piring semai yang memiliki ukuran panjang 36 cm. lebar 28 cm dan tinggi 5 cm, dalam piring semai tersebut di isikan media stebal 4,5 cm kemudian diteba rkan secara merata setelah itu ditimbun dengan media yang sama setebal ± 5 mm, terakhir benih ditutup dengan Koran yang dibasahi dengan air mengunakan hand sprayer.

4.1.4 Penanaman

Penanaman dilakukan setelah bibit siap tanam(umur 21 hari dari semai) dengan cirri-ciri panjang 8 cm diameter batang 2mm dan jumlah daun 4-5 helai.

Sebelumnya media tanam  arang sekam sudah dimasukan ke dalam polybag panjang(slap) sepanjang 1 m, lebar 20 cm dan kapasitas 5 kg arang seka padi kering, polybag panjang (slap) tersebut diatur memanjang sepanjang bedenga, masing-masing bedengan berisi dua baris slap yang letaknya berbentuk zig-zag lebih kurang 12 jamsebelum tanammedia sudah disiram dengan larutan nutrisi sebnayak lebih kurang 5 liter per polybag atau sampai media jenuh.

4.1.5 Pemeliharaan Tanaman

Hal yang penting dan membawa pengaruh yang besar dalam sesuatu budidaya tanaman adalah pemeliharaanya, khususnya tanamah hidrophoni, pemeliharaanya lebih rumit dibandingkan dengan tanaman yang dibudidayakan secara konvemsional, pemeliharaan hidrophonik di PT. Saung Mirwan Meliputi :

  1. Pengajiran
Pengajiran dilakukan sejak tanaman berumur satu minggu setelah tanam. Pengajiran  yaitu mengikat tanaman tomat denga benang ajir yang terbuat dari benang kasur yang diikatkan kepada kawat yang membentang sepanjang atap green hause dengan jarak 3 meter dari lantai green haose, ujung benang diikat dengan simpul mati pada pangkal batang tomat.

  1. Pembuangan Tunas tidak Produktif
Setelah 3-4 hari prngajiarn, dilakukan pewiwilan pertama, yakni membuang tunas-tunas tidak produktif yang merupakan tunas air yan tumbuh diketiak cabang tanaman.
  1. Penyerbukan
Tanaman tomat merupakan tanaman berjenis kelamin ganda, dimana bunga jantan dan bunga betina berada dalam satu bung, sebenarnya tanaman tomat ini dapat mengadakan penyerbukan sendiri tanpa  bantuan manusia, tetapi manusia dapat membantu terjadinya penyerbukan dalam arti presentasi penyerbukan dapat ditingkatkan dan setiap 2-3 hari sekali tanaman telah berbunga mekar. Dilakukan polinasi dengan manusia dengan cara dengan memukul pelan-pelan batang tanaman dibagian bawah tandan yang mekar dengan mengunakan pemukul kayu yang ujungya dilapisi kain agar tidak meggores batang tomat.

  1. Penuruna Batang
Apabila tanaman tomat telah berumur 2,5-3 bulan dan tingginya mencapai 3 meter, maka saat nya tanaman toamat mengalami penurunan batang kelantai bedengan dengan sedikit ditekuk. Tujuan penurunan ini adalah untuk memberi ruang tumbuh bagi tanaman tomat agar tanaman dapat terus melakukan pertumbuhan panjangya sampai batas masa produksinya(umur 5,5 bulan)

  1. Pemberian larutan Hara
Larutan nutrisi merupakan kebutuhan utama menjadi penentu kelangsungan hidup tanama, tanaman hidrophonik dengan kondisi media yang steril tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisinya secara alami seperti layaknya tanaman yang ditumbuhkan ditanah, untuk itu perlu pemberian larutan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan. Pemberian larutan nutrisi dapat dibedakan dari umur sebagai berikut :
-          tanaman umur 0-7 hari diberi 75 ml
-          Tanaman umur 8-14 hari diberi 100 ml
-          Tanaman umur 15-30 hari diberi 100-125 ml
-          Tanaman umur 31 hari dan seterusnya minimal diberi 150 -200 ml
Sedangkan interval pemberianya tergantung padakondisi cuaca sepanjang hari, pada cuaca normal *panas) intervalnya setiap ½  jam sekali, sedangkan pada saat mendung diberikan ¾ jam sekali dan pada saat hujan diberikan 1 jam sekali.

  1. Pemeliharaan
Untuk tanaman tomat yang sudah mengalami penurunan batang maka dilakukan pembuangan daun-daun bawah dan hanya menyisakan hanya 20 daun yang dihitung mulai dari bawah tandan hingga teratas  yang sudah mekar, selain itu penyisaan 20 daun ini juga untuk mengrangi respirasi dan segi estetika dapat merapihkan tanakman.


  1. Pemeliharaan Buah
Pengikatan  tandan buah dilakukan bila tandan buah sudah mulai berat menyangga buah-buah mulai membesar, sehingga dikhawatirkan akan patah pengikatan dilakukan dengan cara tandan dengan ali benang kasur dengan simpul yang bukan simpul mati tetapi cukup kuat.

Pemotongan ujung tandan dilakukan terhadap tandan buah yang sudah penuh dan pencapai besar sampai maksimu. Dibagian ujungnya terdapat bunga ataupun buah masih kecil, yang apabial ditungu menjadi buah akan memakan waktu yang terlalu lama dan pertumbuhan buah menjadi tiadk seragam.

  1. Pemotongan Pucuk Tanaman (topping0
Pemotongan pucuk tanaman dilakukan terhadap tanaman yang sudah brumur 4,5 bulan yakni tanman yang akan dibongkar, pemotongan dilakukan dengan memutuskan pucuk/ujung tanaman dengan kuku, pada daerah 4 daun dari tandan teratas, fungsi topping adalah untuk memutuskan pertumbuhan vegetative tanaman dan mengalihkanya pada penumpukan asimilat pada organ reproduktif (pembesaran dan pemasakan buah)

  1. Pengendaliah hama penyakit
Factor yang turut menentukan produktifitas tanamanadalah dengan cara mempertahankan kesehatan tanamandalam arti mlindungi dari serangan hama dan penyakit dalam penanaman sayur-sayuran di rumah plastic, PT. Saung Mirwan menemuka permasalahan yang serupa dari tahun ke tahun hama dan penyakit yang umum menyerang tanaman tomat meliputi :
A.    Hama
White fly(bemesia Sp)
White fly a tau yang biasa disebut dengan kupu-kupu putih merupakan hama tanaman tomat tyang men yerang pada bagian bawwah daun, hama ini menyimpan telurnya di bagian bawah daun sehingga terlihat bercak-bercak putih .

Daun krhilangan cairan dan mengalami klorosis pada serangan yang parah, apabila dilakukan penyemprotan pestisida, sisa-sisa kotora white fly menyebabkan terbentuknya embun jelaga atau sesmacam jala-jala hitam yang dapt menyumbat pori dan stomata daun. Pengendalianya dilakukan denan menyemprotkan insektisida Applaud 10 WP 2 g/l, Vydater 2 ml/l dan L 2 ml/l.


B.     Penyakit
1.      kupang daun
penyakit ini disebabkan jamur fulvia yang klebih dikenal  dengan Cladosporium Fulpum. Geljalanya pada sisi atas daun terdapat bercak berwwarna kuning dengan batas kurang jelas, daun yang sakit akan mongering denga cepat, pengendalianya dengan Vondezeb 79 WP atau Daconil 75 WP 29/l
2.      Penyakit Layu
Gejala kelayuan pada tanaman tomat dapat disebabkan oleh 3  hal yaitu :
-          Layu sementara yakni kelayuan yang terjadi sebagai akiba t tersumbatnya mata drif, sehingga  tanaman kekurangan nutrisi dan cairan yang diperlukan untuk hidupnya. Karena itu secara berkala dilakukan pembersihan mata drif dengan sikat dan larutan deterjen.
-          Layu Furasium yang disebabkan oleh cendawan furasium oxyorium yang menyerang bagian akar tanaman, pengendalian dengan mengunakan Benlate 0,5 g/l dan Preficur N2 ml/l
-          Layu bakteri (lanas) yaitu layu yang disebabkan oleh bakteri Psedumonas Solana Caerum yang menyerang pada  ba tang tanaman tomat dan mengakibatkan batang mengeluarkan lender coklat dan timbul bercak-bercak pada batang. Untuk menghindari penularan kepada tanaman lain, batang tanaman yang terserang dipotong bagian pangkalnya dan segera dibuang serta polybagnya disingkirkan dari lahan penanaman. Biasanya bila serengan masih bisa diatasi, dilakukan penyemprotan denagn Agrept 20 wp g/l



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar